Mulai tahun 2018, Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, berencana mengirim sekitar 1.200 warganya setiap tahun untuk keija magang di Jepang. Setiap orang akan mendapat kesempatan magang 3-5 tahun di sejumlah perusahaan di bidang pertanian, industri, dan pariwisata.


“ini menjadi bagian peningkatan kualitas hidup warga Kota Bandung. Diharapkan, mereka akan mendapatkan peningkatan keahlian kerja menjadi lebih baik saat berada di Jepang,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Bandung, Selasa (16/5).
Jepang adalah salah satu negara favorit para pekerja Indonesia. Selain masih membutuhkan banyak tenaga kerja, perusahaan di Jepang menawarkan upah jauh lebih tinggi ketimbang di Indonesia. Kesempatan itu kerap luput dimanfaatkan karena banyak tenaga kerja asal Indonesia terkendala bahasa Jepang.


Menurut Ridwan, pengiriman tenaga kerja ini adalah kelanjutan program serupa tahun lalu. Saat itu, Kota Bandung hanya mendapat kuota penempatan magang 300 orang per tahun. Namun, berkat lobi yang dilakukan Pemkot bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, Kamil mengatakan, akhirnya disepakati jumlah peserta magang di Jepang meningkat empat kali lipat menjadi 1.200 orang per tahun.
Ridwan berharap peningkatan kuota magang ini ikut membantu banyak warga Bandung meningkatkan kualitas keahliannya. Dengan begitu, mereka punya bekal mumpuni untuk melanjutkan pekerjaan di Jepang atau saat kembali berkarya ke Indonesia
“Jika kembali ke Bandung, mereka diharapkan jadi wirausaha yang bisa membantu peningkatan kualitas hidup warga lain. Bagi yang ingin mendaftar, silakan datang ke kantor Kadin Kota Bandung,” ujarnya.


Akan tetapi, ungkap Ridwan, pendaftar tidak akan dikirim begitu saja Selain harus memiliki kemampuan dasar bekerja, pendaftar wajib menguasai bahasa Jepang untuk memudahkan berkomunikasi di negara itu.


“Bahasa sangat penting agar mengerti saat berbicara saat bekerja di sana,” ucapnya.
Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa mengajak warga mengikuti progam magang itu. Persyaratan itu, misalnya, berusia di bawah 30 tahun, lulus SMA sederajat, serta sehat jasm ani dan rohani.


“Setelah di Jepang, peserta magang akan mendapat uang saku Rp 18 juta-Rp 20 juta per bulan dari perusahaan tempat magang. Mereka juga akan mendapat fasiitas asrama dan asuransi kerja,” katanya. (TAM)

Posted in: Ekonomi.
Last Modified: May 18, 2017

Leave a reply

required