Kadin Gelar Ramadhan Expo

Kadin Bandung dengan dukungan Pemerintah Kota Bandung kembali akan menggelar perhelatan akbar Ramadhan Fashion Design Expo 2017 di GrahaManggala Siliwangi Kot a Bandung, 15-18 Juni mendatang.
Kegiatan ini akan diikuti para pelaku usaha kreatif bidang fashion dan desainer Seperti Malik Mustaram, Terry Putri, Puput Melati, dan Ratih Sanggarwati. Kegiatan ini merupakan upaya Kadin Bandung menumbuhkembangkan industri kreatif di bidang fashion dan desain yang bernuansa islami, apalagi diselenggarakan pada bulan suci Ramadhan.
“Kegiatan apa pun yang berdampak terhadap peningkatan sumber daya manusia dan perekonomian, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat, sudah menjadi Sebuah keniscayaan akan dilaksanakan oleh Kadin Bandung,” kata Ketua Kadin Bandung, Iwa Gartiwa, Sabtu (3/6/2017) di Graha Kadin Bandung.
Lebih lanjut dikatakan Kang Iwa, gelar Fashion Design Exo 2017 ini di samping mengedepankan kreativitas anak bangsa, juga produk yang ditampilkan komponen lokal. Produk dalam negeri itu tidak kalah bersaing dengan produk negara lainnya. Untuk industri kreatif kawasan Cibadayut saja, sepatu-sepatu yang diproduksinya bagus dan berstandar.

 

 

2000 Warga Bandung di Kirim ke Jepang

Mulai tahun 2018, Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, berencana mengirim sekitar 1.200 warganya setiap tahun untuk keija magang di Jepang. Setiap orang akan mendapat kesempatan magang 3-5 tahun di sejumlah perusahaan di bidang pertanian, industri, dan pariwisata.


“ini menjadi bagian peningkatan kualitas hidup warga Kota Bandung. Diharapkan, mereka akan mendapatkan peningkatan keahlian kerja menjadi lebih baik saat berada di Jepang,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Bandung, Selasa (16/5).
Jepang adalah salah satu negara favorit para pekerja Indonesia. Selain masih membutuhkan banyak tenaga kerja, perusahaan di Jepang menawarkan upah jauh lebih tinggi ketimbang di Indonesia. Kesempatan itu kerap luput dimanfaatkan karena banyak tenaga kerja asal Indonesia terkendala bahasa Jepang.


Menurut Ridwan, pengiriman tenaga kerja ini adalah kelanjutan program serupa tahun lalu. Saat itu, Kota Bandung hanya mendapat kuota penempatan magang 300 orang per tahun. Namun, berkat lobi yang dilakukan Pemkot bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, Kamil mengatakan, akhirnya disepakati jumlah peserta magang di Jepang meningkat empat kali lipat menjadi 1.200 orang per tahun.
Ridwan berharap peningkatan kuota magang ini ikut membantu banyak warga Bandung meningkatkan kualitas keahliannya. Dengan begitu, mereka punya bekal mumpuni untuk melanjutkan pekerjaan di Jepang atau saat kembali berkarya ke Indonesia
“Jika kembali ke Bandung, mereka diharapkan jadi wirausaha yang bisa membantu peningkatan kualitas hidup warga lain. Bagi yang ingin mendaftar, silakan datang ke kantor Kadin Kota Bandung,” ujarnya.


Akan tetapi, ungkap Ridwan, pendaftar tidak akan dikirim begitu saja Selain harus memiliki kemampuan dasar bekerja, pendaftar wajib menguasai bahasa Jepang untuk memudahkan berkomunikasi di negara itu.


“Bahasa sangat penting agar mengerti saat berbicara saat bekerja di sana,” ucapnya.
Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa mengajak warga mengikuti progam magang itu. Persyaratan itu, misalnya, berusia di bawah 30 tahun, lulus SMA sederajat, serta sehat jasm ani dan rohani.


“Setelah di Jepang, peserta magang akan mendapat uang saku Rp 18 juta-Rp 20 juta per bulan dari perusahaan tempat magang. Mereka juga akan mendapat fasiitas asrama dan asuransi kerja,” katanya. (TAM)

Medan Tertarik Produk Kreatif Bandung

 

Kadin Kota Medan tertarik dengan produksi industri kreatif Kota Bandung, terlebih lagi setelah dipromosikan oleh Kadin Kota Bandung melalui kunjungan dan kerja sama dengan seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka pada diskusi antara Kadin Bandung dan Kadin Medan, dalam rangkaian kunjungan Pengurus Kadin Kota Bandung di Medan yang dipimpin Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa, pada 27-28 April 2017 lalu. Kadin Kota Bandung diterima pengurus Kadin Medan yaitu Nanang Soetardjo (Ketua Bidang Perdagangan) dan Eric Murdianto (Ketua Bidang Industri Kreatif). Ketika dihubungi kemarin, Iwa mengatakan, potensi produk industri kreatif lokal harus terlebih dahulu menembus pasar dalam negeri. Diperlukan langkah-langkah kreatif untuk peningkatan pemasaran. “Belajar dari indnstri kreatif di Jepang, produk makanan saja dikemas menanik, sampai-sampai untuk membuka kemasannya saja sayang, karena terlalu bagus,” tutur Iwa.
Pengurus Kadin Kota Medan Nanang, sangat mengapresiasi langkah Kadin Kota Bandung untuk mengangkat produk industri kreatif lokal.
Wakil Ketua Kadin Bandung Bidang Industri Kreatif Budi Supardi menjelaskan, Kadin Kota Bandung saat ini memprogramkan ‘Tur Kadin Kota Bandung ke berbagai kota dan kabupaten di Indonesia, untuk mempromosikan produk industri kreatif Kota Bandung.
Rombongan Kadin Kota Bandung juga bertemu dengan pengurus Junior Chamber Indonesia, Asosiasi Distributor Indonesia (Ardin), Himpunan Pcngusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan menjadi narasumber lokakarya di Universitas Medan.
Di hadapan 500 mahasiswa, Iwa Gartiwa mengingatkan para mahasiswa agar tidak lagi terjebak dengan pola pikir menjadi pegawai atau pekerja, tapi harus mengubahnya menjadi wirausaha andal.
Sekretaris Lembaga Pemagangan Kota Bandung Mohammad Fallah mengatakan, pihàknya bersama Kadin Kota Bandung sedang memprogramkan Bandung Excellent Center (BEC) melalui Tri Karsa.

Kadin Bandung Dorong Pasar Industri Kreatif

Kadin Kota Bandung merintis penciptaan pasar baru untuk produk industri kreatif. Bekerja sama dengan beberapa Kadin kota lainnya di Indonesia, Kadin Bandung akan menggarap pasar domestik, potensi pasar yang prospektif di tengah meningkatnya daya beli masyarakat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil bahkan cenderung meningkat di beberapa wilayah.
“Sebagai langkah awal, kami menjajaki potensi pasar produk industri kreatif di wilayah barat dengan Kota Medan sebagai pintu masuknya,” kata Ketua Kadin Bandung Iwa Gartiwa yang didampingi Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Bidang Ekonomi Kreatif Budhi Supardi di Graha Kadin Bandung, Senin (17/4/2017). Dikatakan Budhi, dipilihnya Kota Medan agar alurnya sistematis dari wilayah barat ke timur. Program ini juga merupakan langkah strategis menghadapi persaingan usaha setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kami sudah berkunjung ke Kadin Medan pada Maret lalu. Pada Juni nanti, kami akan mengunjungi Kadin kota lainnya,” kata Budhi.

Budhi menambahkan, peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui industri kreatif akan memberikan multiplier effect bagi penguatan ketahanan ekonomi nasional. Pada gilirannya, berdampak terhadap produktivitas kinerja industri nasional sehingga mendorong peningkatan pendapatan negara melalui pajak, membuka lapangan pekerjaan, dan percepatan penguasaan serta alih teknologi.

Iwa menambahkan, belajar dari bangsa Tiongkok, India, Korea Selatan, Jepang, kini menyusul Vietnam, kegagalan industri kreatif Indonesia lantaran tidak menyentuh sikap mental warga bangsa. Kegagalan produk dalam negeri tidak hanya karena faktor kualitas, desain, dan harga, tetapi juga karena faktor budaya yang lebih menyenangi produk luar negeri. Fakta menunjukkan, pasar Indonesia dikuasai produk luar negeri. “Warga Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, memiliki nasionalisme yang kuat. Mereka Iebih memilih produk dalam negeri dibandingkan dengan produk bangsa lain,” ujar Iwa.

Sudahkah Bisnis Anda Memanfaatkan Fasilitas Internet ?

Pengguna internet Indoensia berdasarkan survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) 2016 mencapai 132,7 Juta pengguna dari total populasi Indonesia 256,2 Juta orang atau sekitar 51,8% dari total penduduk Indonesia menggunakan Internet.

Dalam 2 tahun mengalami peningkatan yang signifikan mengingat pengguna internet di Indonesia tahun 2014 sebesar 88,1 juta pengguna.

Dari 132,7 Juta Penggua Internet Indonesia terdiri dari 52,5% Pria dan 47,5% Wanita

Berdasarkan wilayah Pengguna tersebar di :

  • Pulau Jawa sebesar 65% atau sebesar 86.339.350 pengguna
  • Sumatera 15,7%
  • Sulawesi 6,3%
  • Kalimantan 5,8%
  • Bali & Nusa 4,7%
  • Maluku & Papua 2.5%

 

Berdasarkan data di atas sebagai wirasusaha Indonesia khususnya para pengusaha kota Bandung, media internet merupakan Potensi pangsa pasar terbuka yang sangat luas.

Kepada rekan-rekan pengusaha Kota Bandung sebaiknya sesegera mungkin memanfaatkan media internet semaksimal mungkin.

Sebagai langkah awal setidaknya kita harus mulai memeperhatikan beberapa hal berikut :

  • Sudahkah Bisnis Kita Memiliki Website ?
  • Sudahkan Bisnis Kita Memiliki Fanpage Facebook ?
  • Sudahkah Lokasi Bisnis Kita Tercantum Dalam Google Map ?
  • Sudahkah Company Profile & Product Knowledge Bisnis Kita ada di Youtube ?
  • Kapan Bisnis Kita Menguasai Pasar Internet ?

 

Untuk membantu pengembangan usaha rekan-rekan pengusaha

Kadin Kota Bandung menyediakan Pelayanan melalui :

 

Pelayanan Informasi Bisnis Kadin Kota Bandung

Graha Kadin Kota Bandung Jl. Talaga Bodas 31 Bandung

Phone (022) 7300703

 

“Indonesia Internet Entrepreneur”

www.indonesiainternetentrepreneur.co.id

WA – Telegram

083820025200

 

Saling Membeli– Saling Memasarkan – Saling Mendukung Produk Lokal

Iwa Gartiwa

Ketua KADIN Kota Bandung 2016-2021

Kemenaker Dukung Magang di Jepang

Direktur Bina Pemagangan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Asep Gunawan mengapresiasi langkah Kadin Bandung yang mendukung Program Pemagangan Nasional yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2016 di Karawang. Dikatakan Asep bahwa kerja sama antara Kemenaker, Kadin Indonesia, dan Apindo Pusat merupakan perwujudan kemitraan yang harmonis antara pemerintah dan dunia usaha.

“Program pemagangan merupakan kebijakan strategis pemerintah, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya angkatan kerja di Indonesia, agar menjadi tenaga ahli yang kompeten,” ujar Asep saat bersilaturahmi dengan pengurus Kadin Bandung, Sabtu (14/1/2017) lalu. Di Bandung, Asep didampingi Wakil Sekretaris Tim Percepatan Pemagangan Nasional Kemenaker Mohammad Fallah Said.
Ketua Kadin Bandung Iwa Gartiwa mengatakan, program pemagangan merupakan langkah tepat untuk menciptakan generasi muda dan angkatan tenaga kerja yang terampil serta kompeten. “Dengan demikian, tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di era global ini,” kata Iwa.
Ditambahkan Iwa, pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah untuk berpartisipasi aktif melaksanakan program pemagangan, baik program pemagangan nasional maupun internasional yang dicanangkan pemerintah.
Ketua Lembaga Pemagangan Kadin Bandung (LPKB) Budhi Suphardi mengatakan, antusiasme generasi muda dan angkatan kerja untuk mengikuti program pemagangan di Jepang sangat tinggi. Oleh karena itu, pihaknya telah memperpanjang jadwal, pendaftaran bagi peserta magang di Jepang melalui LPKB.
Sekretaris LPKB Ilyas Basoeki menambahkan, pada Februari ini pihaknya akan melakukan wawancara dengan para peserta pemagangan bersama pihak lembaga penerima dari Jepang agar pertengahan tahun ini peserta sudah dapat diberangkatkan. “Kami mengimbau LPK dan lembaga pengirim peserta pemagangan di Jepang untuk lebih memahami regulasi program pemagangan agar tidak terjadi salah paham,” ujarnya.

Siapakah Pahlawan Ekonomi Indonesia ?

Usaha Kecil Menengah Menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 97% tenaga kerja di Indonesia

Jadi pelaku Wirausaha merupakan Pahlawan Ekonomi Bangsa karena aktif dalam pengembangan ekonomi Indonesia, memperluas lapangan kerja dan  memberi harapan bagi banyak keluarga.

Menurut Ketua KADIN Kota Bandung, Iwa Gartiwa,  “Dalam mengembangkan UKM untuk tumbuh lebih besar, lebih kuat, lebih cepat dan lebih menguntungkan diperlukan pembangunan Sumber Daya Manusia yg lebih serius karena SDM adalah  asset terbesar perusahaan dan bangsa Indonesia”

Untuk mewujudkan hal tsb KADIN Kota Bandung bekerjasama dengan “Gadjian” mengembangkan aplikasi Manajemen SDM yang membantu UKM dalam :

  • Pengelolaan Administrasi Karyawan
  • Meningkatkan efisiensi & Produktifitas
  • Hemat waktu
  • Menekan Biaya
  • dll

 

 

Dadi Hermana, Komite Tetap Teknologi Informasi & Komunikasi KADIN Kota Bandung menguraikan bahwa aplikasi “Gadjian” saat ini adalah Aplikasi Pengelolaan SDM terbaik saat ini di Indonesia.

Gadjian adalah aplikasi Software as a Service (SaaS) yang memberi layanan administrasi Sumber Daya Manusia untuk perusahaan kecil dan menengah (UKM) berbasis Cloud.

Fitur-fitur Gadjian telah disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan perusahaan Indonesia, diantaranya:

1.     Data Personalia
Data pribadi, data keluarga, detil remunerasi (gaji), rekaman absensi dan cuti hingga jenjang karir.

2.     Catatan Kehadiran
Mencatat dan merekap status kehadiran seluruh personalia secara detil. Sistem absensi ini juga terhubung langsung dengan perhitungan gaji.

3.     Penghitungan gaji bulanan, mingguan, Bonus dan THR
Baik perusahaan Anda menerapkan penghitungan gaji bulanan ataupun mingguan (atau keduanya). Memudahkan menghitung gaji, termasuk mengkalkulasi lembur, THR, dan bonus.

4.     Pengelolaan Izin Sakit & Izin-izin khusus
Mendukung pelaksanaan sistem flexi-time, membantu dalam mengelola izin tidak masuk kerja yang berlaku di perusahaan dengan mudah.

5.     Penghitungan pajak penghasilan (PPh 21)
Membantu perhitungan PPh 21 untuk pegawai tetap maupun pegawai tidak tetap, baik secara bulanan dan tahunan. Metode penghitungan PPh 21 yang digunakan adalah metode Gross dan Gross Up. Anda juga dapat mengunduh file .csv untuk diimpor ke e-SPT PPh 21 dan Form 1721 A1 bagi karyawan tetap.

6.     Penghitungan BPJS
Membantu menghitung premi BPJS, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Fitur ini juga terhubung langsung dengan fitur penggajian.

7.     Pengelolaan cuti tahunan individu & Cuti Bersama
Aplikasi cuti online membuat pengajuan dan persetujuan cuti jadi cepat, mudah dan hemat kertas. Sistem Gadjian yang fleksibel mengakomodasi periode cuti individu dan periode bersama, termasuk sistem carry forward.

8.     Portal Personalia
Karyawan bisa melihat slip gaji, mengajukan cuti dan izin, serta melihat data absensi mereka secara online.

 

Untuk menggunakan aplikasi “Gadjian” langsiung aja klik link di bawah ini

http://gadjian.com

Untuk Mengembangkan Perusahaan Kita Menuju Kita,  Harus Mengembangkan SDM Perusahan dulu