Kadin Kota Bandung merintis penciptaan pasar baru untuk produk industri kreatif. Bekerja sama dengan beberapa Kadin kota lainnya di Indonesia, Kadin Bandung akan menggarap pasar domestik, potensi pasar yang prospektif di tengah meningkatnya daya beli masyarakat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil bahkan cenderung meningkat di beberapa wilayah.
“Sebagai langkah awal, kami menjajaki potensi pasar produk industri kreatif di wilayah barat dengan Kota Medan sebagai pintu masuknya,” kata Ketua Kadin Bandung Iwa Gartiwa yang didampingi Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Bidang Ekonomi Kreatif Budhi Supardi di Graha Kadin Bandung, Senin (17/4/2017). Dikatakan Budhi, dipilihnya Kota Medan agar alurnya sistematis dari wilayah barat ke timur. Program ini juga merupakan langkah strategis menghadapi persaingan usaha setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kami sudah berkunjung ke Kadin Medan pada Maret lalu. Pada Juni nanti, kami akan mengunjungi Kadin kota lainnya,” kata Budhi.

Budhi menambahkan, peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui industri kreatif akan memberikan multiplier effect bagi penguatan ketahanan ekonomi nasional. Pada gilirannya, berdampak terhadap produktivitas kinerja industri nasional sehingga mendorong peningkatan pendapatan negara melalui pajak, membuka lapangan pekerjaan, dan percepatan penguasaan serta alih teknologi.

Iwa menambahkan, belajar dari bangsa Tiongkok, India, Korea Selatan, Jepang, kini menyusul Vietnam, kegagalan industri kreatif Indonesia lantaran tidak menyentuh sikap mental warga bangsa. Kegagalan produk dalam negeri tidak hanya karena faktor kualitas, desain, dan harga, tetapi juga karena faktor budaya yang lebih menyenangi produk luar negeri. Fakta menunjukkan, pasar Indonesia dikuasai produk luar negeri. “Warga Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, memiliki nasionalisme yang kuat. Mereka Iebih memilih produk dalam negeri dibandingkan dengan produk bangsa lain,” ujar Iwa.

Posted in: Ekonomi.
Last Modified: April 18, 2017

Leave a reply

required