KBTC LAKSANAKAN PELATIHAN PENGEMBANGAN EKSPOR

Kadin Bandung Training Centre (KBTC) bekerjasama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) dan IHK Trier Jerman menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Produk Berbasis Pasar Ekspor bertempat di Graha Kadin Kota Bandung Jl. Talaga Bodas No. 31 Bandung acara tersebut di laksanakan dari tanggal 18 – 20 April 2017 di ikuti sebanyak 30 peserta. Materi yang dibahas dalam pelatihan tersebut diantaranya Produk Potensial Daerah, Pelauang dan Tren Produk Potensial di Pasar Ekspor, Standar Mutu Produk (Umum), Latihan Evaluasi Produk, Pengembangan Produk untuk Pasar Ekspor, Pengalaman mengembangkan produk, Studi Kasus, Praktek Pengembangan Produk, Presentasi dan Diskusi.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh KBTC berdasarkan kebutuhan dan masukan dari peserta sehingga pelatihan yang dilaksanakan sesuai kebutuhan dan tren atau perkembangan pasar. (MR37)

Medan Tertarik Produk Kreatif Bandung

 

Kadin Kota Medan tertarik dengan produksi industri kreatif Kota Bandung, terlebih lagi setelah dipromosikan oleh Kadin Kota Bandung melalui kunjungan dan kerja sama dengan seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka pada diskusi antara Kadin Bandung dan Kadin Medan, dalam rangkaian kunjungan Pengurus Kadin Kota Bandung di Medan yang dipimpin Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa, pada 27-28 April 2017 lalu. Kadin Kota Bandung diterima pengurus Kadin Medan yaitu Nanang Soetardjo (Ketua Bidang Perdagangan) dan Eric Murdianto (Ketua Bidang Industri Kreatif). Ketika dihubungi kemarin, Iwa mengatakan, potensi produk industri kreatif lokal harus terlebih dahulu menembus pasar dalam negeri. Diperlukan langkah-langkah kreatif untuk peningkatan pemasaran. “Belajar dari indnstri kreatif di Jepang, produk makanan saja dikemas menanik, sampai-sampai untuk membuka kemasannya saja sayang, karena terlalu bagus,” tutur Iwa.
Pengurus Kadin Kota Medan Nanang, sangat mengapresiasi langkah Kadin Kota Bandung untuk mengangkat produk industri kreatif lokal.
Wakil Ketua Kadin Bandung Bidang Industri Kreatif Budi Supardi menjelaskan, Kadin Kota Bandung saat ini memprogramkan ‘Tur Kadin Kota Bandung ke berbagai kota dan kabupaten di Indonesia, untuk mempromosikan produk industri kreatif Kota Bandung.
Rombongan Kadin Kota Bandung juga bertemu dengan pengurus Junior Chamber Indonesia, Asosiasi Distributor Indonesia (Ardin), Himpunan Pcngusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan menjadi narasumber lokakarya di Universitas Medan.
Di hadapan 500 mahasiswa, Iwa Gartiwa mengingatkan para mahasiswa agar tidak lagi terjebak dengan pola pikir menjadi pegawai atau pekerja, tapi harus mengubahnya menjadi wirausaha andal.
Sekretaris Lembaga Pemagangan Kota Bandung Mohammad Fallah mengatakan, pihàknya bersama Kadin Kota Bandung sedang memprogramkan Bandung Excellent Center (BEC) melalui Tri Karsa.

Kembangkan Bisnis, PD Kebersihan Kerjasama dengan Kadin Kota Bandung

Selain berupaya menuntas praktik pungli, PD Kebersihan juga merotasi dan mutasi besar-besaran pegawainya untuk mengisi jabatan baru. Menurut Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdiana, hal ini dilakukan karena mengikuti perubahan STOK baru yang berlaku mulai awal 2017 ini.

Seperti diketahui, dengan adanya mekanisme baru, mulai tahun ini biaya operasional PD Kebersihan yang sebelumnya bersifat subdisidi, menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung. Penugasan terhadap pengelolaan persampahan pun kini melekat kepada DLHK Kota Bandung, sedangkan PD Kebersihan lebih berorientasi menjadi lembaga yang berorientasi pada profit.

Oleh karenanya, Deni mengatakan, guna memuluskan perkembangan orientasi bisnis PD Kebersihan, ia menggaet Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung.

“Nah di SOTK baru itu (PD Kebersihan) diarahkan ke bisnis, dan Kadin sebagai salah satu organisasi pengusaha yang didalamnya banyak program terkait bisnis, kami gandeng untuk memberi edukasi tentang kinerja pengembangan bisnis kami,” ucap Deni kepada Radio PRFM, Rabu (12/4/2017).

Ia menjelaskan, PD Kebersihan punya program Bank Sampah yang setelah dievaluasi ternyata hasil keuntungannya signifikan. Maka dari itu, agar lebih profesional pihaknya bekerjasama dengan Kadin (PRFM)

Kota Bandung, Kota pemagangan Indonesia

Sebanyak 1.500 peserta pemagangan dalam negeri dan 300 pemagangan luar negeri memenuhi Monumen Bandung Lautan Api, Taman Tegallega, Kota Bandung, mengikuti Gelar Pemagangan Nasional Sektor Pariwisata menuju Indonesia Kopenten 2017 yang diselenggarakan Kementrian Ketenagakerjaan, Pemkot Bandung, serta Kamar Dagang dan Industri Kota Bandung, Kamis (20/4/2017).

Acara dihadiri Atase Ekonomi dan Tenaga Kerja Kedutaan Besar Jepang, Kepala dinas Tenaga Kerja Provinsi Jabar dan Kabupaten/ kota se-Indonesia, Kadin Pusat, Ketua Kadinda se-Jabar, Pengusaha Sektor Pariwisata, dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Materi Ketenaga Kerjaan Hanif Dakhiri Dalam sambutan tertulis yang dibicarakan Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Bambang Satrio Lelono Mengapresiasi Kadin Kota Bandung yang selama lima bulan terakhir ini menggelar program strategis pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia Indonesia melalui pemagangan.

“Kementrian Ketenagakerjaan mendukung usulan Kadin Kota Bandung dideklarasikan sebagai kota Pemagangan di Indonesia,” ujar Satrio.

Oded M Danial menyambut baik program pemagangan sektor pariwisata nasional dipusatkan di Kota Bandung, karena Bandung merupakan salah satu kota tujuan wisata di Indonesia.

Atase Ekonomi dan Tenaga Kerja Kedutaan Besar Jepang Sinichiro Honda yakin pemagangan Kadin Kota Bandung akan mendapat apresiasi dari industri dan Jepang karena dilaksanakan berkesinambungan.

Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa mengatakan bahwa program pemagangan merupakan bagian dari Bandung Exellent Center. “Alhamdulillah, Kementrian Ketenagakerjaan sangat mendukung program pemagangan ini,” ujar Iwa.

Ketua Gelar Pemagangan Nasional Sektor Pariwisata, dedi Nurdadi mengatakan, pihaknya serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat akan mengoptimalkan pemagangan sektor pariwisata. Hal senada disampaikan wakil Ketua Kadin Kota Bandung, Herwianto Muchtar.

Saat acara, ditandatangani MoU magang sektor pariwisata oleh Tetty Hermawan (unsur industri) dan Kadisnaker Kata Bandung Asep Cucu. Dilanjutkan penyematan tanda peserta magang dalam negeri, yang mulai magang Juni ini, dan peserta magang luar negeri yang akan ke Jepang pada Mei sampai Juli 2017 sebanyak 150 orang.

Kadin Bandung Dorong Pasar Industri Kreatif

Kadin Kota Bandung merintis penciptaan pasar baru untuk produk industri kreatif. Bekerja sama dengan beberapa Kadin kota lainnya di Indonesia, Kadin Bandung akan menggarap pasar domestik, potensi pasar yang prospektif di tengah meningkatnya daya beli masyarakat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil bahkan cenderung meningkat di beberapa wilayah.
“Sebagai langkah awal, kami menjajaki potensi pasar produk industri kreatif di wilayah barat dengan Kota Medan sebagai pintu masuknya,” kata Ketua Kadin Bandung Iwa Gartiwa yang didampingi Wakil Ketua Kadin Kota Bandung Bidang Ekonomi Kreatif Budhi Supardi di Graha Kadin Bandung, Senin (17/4/2017). Dikatakan Budhi, dipilihnya Kota Medan agar alurnya sistematis dari wilayah barat ke timur. Program ini juga merupakan langkah strategis menghadapi persaingan usaha setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kami sudah berkunjung ke Kadin Medan pada Maret lalu. Pada Juni nanti, kami akan mengunjungi Kadin kota lainnya,” kata Budhi.

Budhi menambahkan, peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui industri kreatif akan memberikan multiplier effect bagi penguatan ketahanan ekonomi nasional. Pada gilirannya, berdampak terhadap produktivitas kinerja industri nasional sehingga mendorong peningkatan pendapatan negara melalui pajak, membuka lapangan pekerjaan, dan percepatan penguasaan serta alih teknologi.

Iwa menambahkan, belajar dari bangsa Tiongkok, India, Korea Selatan, Jepang, kini menyusul Vietnam, kegagalan industri kreatif Indonesia lantaran tidak menyentuh sikap mental warga bangsa. Kegagalan produk dalam negeri tidak hanya karena faktor kualitas, desain, dan harga, tetapi juga karena faktor budaya yang lebih menyenangi produk luar negeri. Fakta menunjukkan, pasar Indonesia dikuasai produk luar negeri. “Warga Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, memiliki nasionalisme yang kuat. Mereka Iebih memilih produk dalam negeri dibandingkan dengan produk bangsa lain,” ujar Iwa.

Kadin Bandung Bangun Graha Pemagangan

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah keniscayaan, seiring dengan makin ketatnya persaingan masyarakat dunia ini. Kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda perlu mendapat perhatian dari semua pihak, agar Indonesia menjadi pemain di era global dan pasar bebas dunia. Demikian diutarakan Ketua Lembaga Pemagangan Kadin Bandung (LPKB) Budhi Supardi saat acara syukuran empat bulan terbentuknya  LPKB dan pencanangan rencana pembangunan Graha Pemagangan Kota Bandung, Jum’at (7/4/2017) di Graha Kadin Kota Bandung.

Graha Pemagangan akan dibangun enam lantai diperuntukan bagi laborataorium bahasa dan budaya negara-negara yang menerima kegiatan pemagangan dan tenaga kerja terampil, laborataorium praktikum, asrama, kelas, perkantoran, dan aula. Graha Pemagangan ini dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi dipusat Kota Bandung. “Alhamdulillah, rencana pembangunan Graha Pemagangan telah mendapat dukungan dari Bapak Wali Kota Bandung, Kementrian Ketenagakerjaan, dan Lembaga-Lembaga penerima pemagangan dan tenaga kerja terampil dari Jepang, Kanada, dan Australia. Awal Juli 2017 akan dilaksanakan groundbreaking,” ujar Budhi.

Budhi mengatakan, pihaknya sedang membangun citra positif peran pelaku usaha untuk berkiprah pada program yang sistematis dan terukur, bernuansa kreatif dan inovatif, sehingga tak lagi berkutat seputar APBN/APBD. “Kami sedang memprioritaskan program peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia, usaha kecil dan menengah, serta koperasi yang berbasis teknologi informasi, memperluas jaringan usaha dan kemitraan usaha (promosi produk unggulan) antarkota didalam negeri maupun dengan pengusaha luar negeri,” ujarnya.

Syukuran LPKB dan pembangunan Graha Pemagangan dihadiri Ketua Kadin Bandung Iwa Gartiwa, Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas terkait Kota Bandung, pengurus Kadin, ketua LPK/SO binaan Kadin Kota Bandung. Iwa mengapresiasi kekompakan jajaran pengurus dan sekretariat Kadin Kota Bandung dalam melaksanakan arah kebijakan sehingga mendapat perhatian dari berbagai pihak. “Kami ucapkan terima kasih ke Pemerintah Kota Bandung atas dukungan terhadap program yang di gulirkan Kadin Kota Bandung.” Ujarnya.(Asep Shandy)

Magang Kadin Bandung Terbaik Se-Indonesia

Direktur Bina Pemagangan Direktorat Jenderal Pembinaan Latihan dan Produktivitas  Kementrian Tenaga Kerja Asep Gunawan mengapresiasi Kadin Kota Bandung sebagai Kadin terbaik se-Indonesia yang secara aktif melaksanakan program pemaganggan dalam negeri dan luar negeri.

Saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Teknis Sektor Pariwisata Menuju Indonesia Kompeten di Hotel Horison, Bandung, Kamis (30/3/2017), Asep mengatakan, kegiatan Kadin Bandung yang mendapatkan apresiasi Kemanaker diantaranya kerja sama yang harmonis dengan pihak Pemerintah Kota Bandung dan Kemenaker.

Kerja sama ini menghasilkan Deklarasi Magang se-Bandung Raya, kemudian melakukan pendidikan bagi peserta magang ke luar negeri. “Dan, pada tanggal 17 April, Kadin Bandung siap melaksanakan gelar 1.000 peserta magang sektor pariwisata,” kata Asep.

Rakor di selenggarakan untuk persiapan pelaksanaan gelar pemagangan yang akan dibuka Menteri Tenaga Kerja. Rakor dihadiri Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat, Kota Bandung, asosiasi dan himpunan pengusaha di bawah Kadin Kota Bandung, setya pengusaha sektor pariwisata.

“Program pelatihan dan pemagangan dilakukan secara sistematis dan masif. Selain itu, juga dilakukan proses sertifikasi bagi para peserta sehingga keahlian yang mereka miliki diakui,” ujar Ketua Pelaksana Rakor dan Gelar 1.000 Magang Kadin Kota Bandung, Deddy Nurdadi.

Ketua Kadin Bandung, Iwa Gartiwa mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kemenaker untuk program pemagangan dalam dan luar negeri karena program pemagangan ini merupakan program strategis, yang sistematis dan terukur. “Juga bersinergi dengan misi Kota Bandung dan Kadin Bandung yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tutur Iwa.

Ketua Pemagangan Kadin Bandung Budi Supardi mengatakan, pada bulan Mei, Kadin dan Pemkot Bandung kembali berkunjung ke Jepang untuk melaksanakan kerja sama dengan Kadin dan Lembaga penerima magang. “ Insyaallah, akan dilaksanakan di Nagoya, dalam kemasan acara Bandung Night,” ujarnya. (Asep Sandhy)***

Sudahkah Bisnis Anda Memanfaatkan Fasilitas Internet ?

Pengguna internet Indoensia berdasarkan survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) 2016 mencapai 132,7 Juta pengguna dari total populasi Indonesia 256,2 Juta orang atau sekitar 51,8% dari total penduduk Indonesia menggunakan Internet.

Dalam 2 tahun mengalami peningkatan yang signifikan mengingat pengguna internet di Indonesia tahun 2014 sebesar 88,1 juta pengguna.

Dari 132,7 Juta Penggua Internet Indonesia terdiri dari 52,5% Pria dan 47,5% Wanita

Berdasarkan wilayah Pengguna tersebar di :

  • Pulau Jawa sebesar 65% atau sebesar 86.339.350 pengguna
  • Sumatera 15,7%
  • Sulawesi 6,3%
  • Kalimantan 5,8%
  • Bali & Nusa 4,7%
  • Maluku & Papua 2.5%

 

Berdasarkan data di atas sebagai wirasusaha Indonesia khususnya para pengusaha kota Bandung, media internet merupakan Potensi pangsa pasar terbuka yang sangat luas.

Kepada rekan-rekan pengusaha Kota Bandung sebaiknya sesegera mungkin memanfaatkan media internet semaksimal mungkin.

Sebagai langkah awal setidaknya kita harus mulai memeperhatikan beberapa hal berikut :

  • Sudahkah Bisnis Kita Memiliki Website ?
  • Sudahkan Bisnis Kita Memiliki Fanpage Facebook ?
  • Sudahkah Lokasi Bisnis Kita Tercantum Dalam Google Map ?
  • Sudahkah Company Profile & Product Knowledge Bisnis Kita ada di Youtube ?
  • Kapan Bisnis Kita Menguasai Pasar Internet ?

 

Untuk membantu pengembangan usaha rekan-rekan pengusaha

Kadin Kota Bandung menyediakan Pelayanan melalui :

 

Pelayanan Informasi Bisnis Kadin Kota Bandung

Graha Kadin Kota Bandung Jl. Talaga Bodas 31 Bandung

Phone (022) 7300703

 

“Indonesia Internet Entrepreneur”

www.indonesiainternetentrepreneur.co.id

WA – Telegram

083820025200

 

Saling Membeli– Saling Memasarkan – Saling Mendukung Produk Lokal

Iwa Gartiwa

Ketua KADIN Kota Bandung 2016-2021

Kemenaker Dukung Magang di Jepang

Direktur Bina Pemagangan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Asep Gunawan mengapresiasi langkah Kadin Bandung yang mendukung Program Pemagangan Nasional yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2016 di Karawang. Dikatakan Asep bahwa kerja sama antara Kemenaker, Kadin Indonesia, dan Apindo Pusat merupakan perwujudan kemitraan yang harmonis antara pemerintah dan dunia usaha.

“Program pemagangan merupakan kebijakan strategis pemerintah, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya angkatan kerja di Indonesia, agar menjadi tenaga ahli yang kompeten,” ujar Asep saat bersilaturahmi dengan pengurus Kadin Bandung, Sabtu (14/1/2017) lalu. Di Bandung, Asep didampingi Wakil Sekretaris Tim Percepatan Pemagangan Nasional Kemenaker Mohammad Fallah Said.
Ketua Kadin Bandung Iwa Gartiwa mengatakan, program pemagangan merupakan langkah tepat untuk menciptakan generasi muda dan angkatan tenaga kerja yang terampil serta kompeten. “Dengan demikian, tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di era global ini,” kata Iwa.
Ditambahkan Iwa, pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah untuk berpartisipasi aktif melaksanakan program pemagangan, baik program pemagangan nasional maupun internasional yang dicanangkan pemerintah.
Ketua Lembaga Pemagangan Kadin Bandung (LPKB) Budhi Suphardi mengatakan, antusiasme generasi muda dan angkatan kerja untuk mengikuti program pemagangan di Jepang sangat tinggi. Oleh karena itu, pihaknya telah memperpanjang jadwal, pendaftaran bagi peserta magang di Jepang melalui LPKB.
Sekretaris LPKB Ilyas Basoeki menambahkan, pada Februari ini pihaknya akan melakukan wawancara dengan para peserta pemagangan bersama pihak lembaga penerima dari Jepang agar pertengahan tahun ini peserta sudah dapat diberangkatkan. “Kami mengimbau LPK dan lembaga pengirim peserta pemagangan di Jepang untuk lebih memahami regulasi program pemagangan agar tidak terjadi salah paham,” ujarnya.

Kadin Minta Izin Usaha Dipercépat

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, Iwa Gartiwa. mengapresiasi\pembentukan struktur organisasi tata kerja (SOTK) baru yang ditetapkan awal Januari 2017.

Iwa berharap, SOTK baru bisa membuat pelayanan di Kota Bandung semakin baik khususnya bidang perizinan. “Para pengusaha minta kepastian waktu dan kemudahan perizinan, saat ini perizinan sudah bágus, tapi prosesnya butuh waktu lama sampai lima minggu. Padahal cukup seminggu,” ujar Iwa di Jalan Citarum, Kamis (12/01).

Menurut Iwa, perizinan di Kota Bandung sudah secara online dan tidak bertemu aparat sehingga bisa terhindar dari pungutan, namun prosesnya lama karena keterbatasan tenaga untuk mengecek ke lapangan. “SOTK baru bisa mempercepat perizinan karena pngusaha butuh waktu cepat dalam berbisnis,” ujar Twa.

Iwa juga menyambut baik adanya tim sapu bersih (saber) pungli karena dipastikan tidak ada pungutan apapun di luar tarif resmi. “Sejak ada tim Saber Pungli, terjadi perubahan signifikan. Tarif sesuai ketentuan dan tidak ada lagi biaya lain yang harus dikeluarkan,” ujarnya.
Iwa mengatakan, Kadin lebih memperhatikan kepada penambahan pengusaha, walau jumlah pengusaha di Kota Bandung mencapai 4 persen dari jumlah penduduk. Jumlah pengusaha di Bandung ini cukup tinggi dibandingkan Jakarta yang baru mencapai 2 persen.
Iwa menargetkan pengusaha di Kota Bandung mencapai 8 persen. .Untuk itu, pihaknya akan terus meningkatkan warga Kota Bandung menjadi pengusaha. (tsm)