Kamar Dagang dan Industri(Kadin) Kota Bandung meminta agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran investasi yang mengiming-ngiming keuntungan dalam jumlah besar dan waktu yang singkat. Masyarakat didorong untuk lebih proaktif melakukan pengecekan ke OJK sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa mengatakan, beberapa waktu terakhir pihaknya menerima informasi dari masyarakat tentang adanya penawaran sejumlah investasi. Investasi tersebut umumnya menjanjikan keuntungan yang tinggi sehingga cukup banyak yang tertarik untuk bergabung.

Padahal, berdasarkan pengalaman yang dimiliki, Iwa menjelaskan, penawaran keuntungan minimal 10% per bulan tidaklah logis. Secara bisnis, angka keuntungan yang paling realistis dicatatkan sebuah bisnis paling tinggi berada di kisaran 5%.

“Itu sudah bagus, jadi apabila ada yang menawarkan lebih dari itu, tidak mungkin. Besar kemungkinan investasi yang ditawarkan hanya kedok dari praktik penipuan. Memang diawal pembayaran akan lancer, tetapi belum tentu untuk bulan selanjutnya,” ucap Iwa saat ditemui di Bandung, baru-baru ini.

Oleh karena itu, menurut Iwa, pihaknya terus ikut berupaya andil mengedukasi masyarakat agar terhindar dari praktik investasi bodong. Apalagi, kesadaran masyarakat Jabar untuk berinvestasi cukup tinggi. Namun, di sisi hal itu tidak diimbangi dengan pemahaman masyarakat dengan mengenai investasi. Salah satu upaya tersebut yakni dengan menggelar seminar mengenai investasi bodong dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia memaparkan, berdasarkan data OJK, diketahui per Maret 2017, ditemukan 91 laporan masyarakat tentang investasi bodong, 19 di antaranya sudah dibekukan karena terbukti merugikan masyarakat dan diduga melanggar peraturan.

“Masyarakat perlu mengenali Karakteristik investasi bodong. Di antaranya janji imbal hasil tinggi, tanpa risiko, member get member, tanpa publikasi atau memanfaatkan internet atau door to door, dan memanfaatkan tokoh masyarakat. Tidak ada usaha yang tidak memiliki risiko,” katanya

Leave a reply

required